Penghasilan TAMBAHAN? ----- Memiliki USAHA SENDIRI? ----- Bahagiakan KELUARGA? ----- RUMAH /MOBIL baru? ----- Wisata ke LUAR NEGERI? ----- PENSIUN dengan tenang? ----- Bebas UANG dan WAKTU? ----- PENDIDIKAN anak? ----- Pengembangan diri? ----- Membantu orang lain?
animasi  bergerak gif
animasi  bergerak gif
WUJUDKAN IMPIAN, CITA-CITA & CINTA ANDA !!!
Tampilkan postingan dengan label majalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label majalah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Maret 2012

Ipsos Global: Orang Indonesia Paling Bahagia Di Dunia

Berbagai permasalahan, mulai dari krisis ekonomi, bencana alam dan perang, ternyata tidak membuat rakyat Indonesia kehilangan kebahagiaan mereka. Menurut studi terbaru oleh Ipsos Global, orang Indonesia adalah yang paling bahagia di dunia.

Hasil survei Ipsos Global yang diterbitkan awal Februari lalu, yang dikutip oleh majalah Time, Kamis 1 Maret 2012, menitikberatkan pada kategori "bahagia" dan "sangat bahagia." Melibatkan 18.687 responden dewasa dari 24 negara dunia, Indonesia masuk dalam posisi teratas dalam kategori negara yang sangat berbahagia.

Sebanyak 51 persen dari warga Indonesia menyatakan mereka sangat bahagia. Kendati menempati posisi teratas, tapi tingkat kebahagiaan Indonesia dibandingkan survey Ipsos Global sebelumnya menurun hingga tujuh poin. Penurunan kebahagiaan drastis juga dialami oleh Brazil yang turun 9 poin dan Rusia yang turun enam poin.

Negara sangat bahagia kedua setelah Indonesia adalah India dan Meksiko dengan 43 persen, disusul Brasil dan Turki dengan 30 persen, Australia dan Amerika Serikat dengan 28 persen. Di sisi lain, beberapa negara diketahui hanya sedikit warganya yang merasa sangat bahagia. Seperti Italia yang kebahagiaan warganya ada di level 13 persen, Spanyol 11 persen, Hunggaria enam persen, Korea Selatan tujuh persen dan Rusia delapan persen.

Ipsos memulai tracking happiness di 24 negara dari tahun 2007, dan di lakukan 2 kali dalam setahun. Maret 2010 survei di lakukan setiap bulan untuk mencari jawaban atas pertanyaan: Apakah kita pada saat ini lebih bahagia dari masa sebelumnya?

Secara keseluruhan, dunia adalah tempat yang bahagia. Pada tahun 2007, 20 persen dari populasi global menyatakan bahwa mereka sangat bahagia, dan pada tahun 2011 naik menjadi 22 persen. Pada bulan Maret dan April 2010 mencapai poin tertinggi yaitu 26 persen.

Dalam mengukur kategori sangat bahagia, perbaikan terbesar ditemukan di Turki, dimana tingkat kebahagiaan warganya naik 16 poin sejak 2007. Kemudian diikuti Meksiko dengan kenaikan sampai 10 poin, Australia naik 7 poin, Jepang naik 6 poin, India dan Kanada masing-masing naik 5 poin. (umi)• VIVAnews


Rabu, 29 Februari 2012

Dhana Widyatmika Sang "Lelaki di Pintu Sorga" (2007) vs. Dhana WIdyatmika Sang "Tersangka" (2012)


Dhana Widyatmika, mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak tersangka kasus rekening gendut, masih menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Kamis 1 Maret 2012. Terlepas dari kasus hukumnya, sejak awal pekan ini, satu tulisan yang mengungkap sisi lain Dhana Widyatmika beredar di dunia maya.

Tulisan itu merupakan salinan dari Majalah Tarbawi Edisi 164 Th.8/Ramadhan 1428 H/21 September 2007 M.

Judul tulisan yang beredar di facebook dan twitter tertulis "Dhana Widyatmika, Lelaki di Pintu Surga." Widowati, reporter Tarbawi yang saat itu mewawancarai Dhana membenarkan bahwa tulisan itu merupakan hasil wawancara dirinya dengan pria bernama Dhana Widyatmika. Tapi, judul tulisan yang beredar di dunia maya itu salah. Judul aslinya "Meski Dalam Kondisi Sakit, Berkah dari Ridho Ibu Tidak Berubah."

Tulisan itu mengungkap sisi lain Dhana. Ibunda Dhana, saat itu divonis gagal ginjal. Sehingga harus rutin cuci darah 2-3 kali seminggu di Rumah Sakit Angkatan Udara di Jakarta Timur. Dhana, sulung dari dua bersaudara itu menjadi kepala keluarga karena sang ayah meninggal tahun 2005. Di bagian paragraf lain tertulis, Dhana biasa memegang kotoran ibunya. Tidak peduli bau menyengat dan tanpa rasa jijik. "Dhana waktu itu memang bilang itu biasa, tidak jijik," kata Widowati.

Widowati mengakui wawancara dengan pria bernama Dhana Widyatmika itu dilakukan sebelum Majalah Tarbawi edisi khusus Ramadhan itu terbit. Tetapi, Widowati yang saat ini menjabat Redaktur di Tarbawi, sangat berat memastikan bahwa pria yang saat itu diwawancarainya adalah orang yang sama yang saat ini tersandung kasus rekening gendut pegawai pajak.

Yang pasti, 5 tahun lalu, Widowati mewawancarai Dhana di sebuah tempat di Jakarta. Dalam bio data, Dhana yang diwawancarai Widowati saat itu beralamat di Jalan Elang Indoputra A7/15 Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Persis seperti alamat Dhana yang menjadi tersangka Kejaksaan Agung.

"Itu rumah orangtuanya. Dia tinggal di situ bukan karena tidak mampu, karena ingin merawat ibunya," kata Widowati dalam perbincangan dengan VIVAnews. Widowati juga membenarkan bahwa ayah Dhana memang pensiunan militer.

Tidak hanya itu, Widowati juga mengakui bahwa pria bernama Dhana yang diwawancarainya saat itu memiliki satu buah showroom mobil. Tetapi, dia tidak memiliki minimarket. Penelusuran VIVAnews pada Minggu 26 Februari lalu, minimarket yang terletak tak jauh dari kediaman itu baru dimiliki pada 2006. Tapi dalam wawancara saat itu Widowati tidak terlalu memperdalam bisnis-bisnis Dhana.

Foto yang dimuat Tarbawi saat itu bergambar tiga orang. Adik Dhana di sebelah kiri memakai baju militer, ibunda berdiri di tengah dan Dhana Widyatmika memakai batik.

Kini foto lain Dhana berukuran pas foto di paspor juga beredar di publik. Apakah itu orang yang sama saat diwawancarai Widowati lima tahun lalu? "Fotonya sama, tapi saya tidak mau memastikan itu adalah pria yang sama," kata Widowati.

Widowati begitu berat memastikan bahwa orang yang diwawancarainya saat itu adalah Dhana yang sama. Dhana yang begitu sayang, perhatian, dan berbakti kepada ibundanya. "Seandainya itu orang yang sama, saya sedih. Yang ada di kepala saya beliau itu orang baik. Saya sungguh prihatin dan berharap ada jalan keluar untuk semua pihak yang terbaik," kata Widowati.