Penghasilan TAMBAHAN? ----- Memiliki USAHA SENDIRI? ----- Bahagiakan KELUARGA? ----- RUMAH /MOBIL baru? ----- Wisata ke LUAR NEGERI? ----- PENSIUN dengan tenang? ----- Bebas UANG dan WAKTU? ----- PENDIDIKAN anak? ----- Pengembangan diri? ----- Membantu orang lain?
animasi  bergerak gif
animasi  bergerak gif
WUJUDKAN IMPIAN, CITA-CITA & CINTA ANDA !!!

Jumat, 10 Februari 2012

Bus Karunia Bhakti Hilang Kendali Menabrak Kendaraan Roda Empat dan Roda Dua Sebelum Masuk Tebing 10 Meter Dekat Pasar Cisarua

Dari pendataan awal, sebanyak 13 orang dinyatakan meninggal dunia dan 40 orang mengalami luka serius akibat kecelakaan di kawasan Jalan Raya Puncak Bogor, Jawa Barat, Jumat 10 Februari 2012. Penanganan seluruh korban terus dilakukan, meski petugas medis yang ada tidak mencukupi untuk menangani korban.

"Jumlah korban masih terus bertambah. Pendataan untuk memperoleh akurasi data korban kecelakaan masih terus dilakukan," kata Kepala Unit Patroli Polsek Cisarua, Inspektur Satu Nur Ahmadi.

Seluruh korban meninggal maupun luka-luka ditangani di rumah sakit RS Paru Sanatorium Cisarua, Bogor, Jawa Barat (sebelumnya disebut RSUD Cisarua). Nur Ahmadi menambahkan, bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai korban, bisa menghubungi rumah sakit di nomor telepon 0251 - 8253630.

Akibat kecelakaan ini, kawasan Puncak Bogor macet total. Pemberlakuan arus lalu lintas satu arah terpaksa dilakukan. Evakuasi bus yang masuk tebing sedang diupayakan petugas.

Peristiwa kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Bus Karunia Bhakti hilang kendali sempat menabrak kendaraan roda empat dan roda dua sebelum masuk tebing setinggi 10 meter tidak jauh dari Pasar Cisarua. (art)






Atalarik Syah dan Tsania Marwah Akhirnya Resmi Menikah

Atalarik Syah dan Tsania Marwah akhirnya resmi menikah di Rumah Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (10/2/2012). Usai melangsungkan ijab kabul, keduanya pun memberikan langsung memberikan keterangan pers.


Sindroma Manusia Serigala

Savita, 23, Monisha, 18, dan Savitri, 16, selalu mimpi bertemu pangeran yang mengajaknya menikah. Namun, tiga bersaudara asal Sangli, India, ini merasa harus membunuh mimpi setiap melihat penampilan mereka di cermin.

Rambut halus merayapi hampir seluruh permukaan tubuh dan wajah mereka. Dunia medis menyebutnya gangguan genetika langka yang dikenal sebagai sindroma manusia serigala.

"Pernikahan tidak menjadi pilihan bagi kami, itu tidak mungkin terjadi," kata Savita seperti dikutip Daily Mail. "Siapa yang akan mau menikah dengan kami jika rambut terus tumbuh di wajah kami?"

Mereka sudah mencoba berbagai ramuan perontok bulu. Seketika, rambut-rambut liar itu lenyap. Namun, sia-sia. Rambut segera tumbuh kembali dengan cepat menutupi lapisan kulit.

"Setiap saya pergi ke sekolah, teman-teman selalu meneriaki saya 'wajah berbulu, mengerikan, jangan duduk di sampingnya'," kata Savita yang dipecat dari tempat kerja gara-gara kondisinya.

Menurut ibunya, Anita Sambhaji Raut, mereka mewarisi kelainan genetika dari sang ayah. "Saya masih 12 tahun saat dijodohkan dan menikah, saya baru tahu kalau wajah dan tubuh suami saya penuh bulu saat pernikahan," ujarnya.

Anita mengatakan, hanya tiga dari enam anaknya yang mewarisi kondisi langka itu. "Saat bayi wajahnya sudah dipenuhi rambut, dan setiap saya membawanya keluar, orang-orang meneriaki kami binatang, penyihir," kata Anita.

Anita berharap mimpi anak-anaknya menikah bisa terwujud. "Jika ada yang melamar tentu mereka akan menikah, tapi jika tidak mereka harus bekerja untuk bertahan hidup. Aku harus terus berusaha mencarikan pendamping untuk mereka," ujarnya.

Seorang pembuat film dokumenter berencana mengangkat kisah tiga gadis ini. Ia ingin membantu mengumpulkan dana operasi laser untuk menyingkirkan bulu-bulu liar dari tubuh mereka.

Baca juga kisah serupa: Sakit Langka, Wajah Gadis Ini Bak Serigala 



Jumat, 03 Februari 2012

Kematian Estoria Tragis: Akibat Anak Ketiga Pasangan Perempuan Lagi

Sungguh malang nasib Estoria. Perempuan Afganistan yang baru menginjak usia 22 tahun itu harus meregang nyawa karena melahirkan anak ketiganya. Ia bukan meninggal dalam proses melahirkan, melainkan ia dibunuh oleh ibu mertuanya, Wali Hazrata, dan suaminya sendiri, Sher Mohammad. Untunglah, bayi merah yang kini baru berusia dua bulan itu selamat dari pembunuhan.

Kematian Estoria yang tragis ini hanya akibat satu alasan: anak ketiga pasangan ini adalah perempuan… lagi. »Sang suami kecewa karena sangat menginginkan anak lelaki,” kata Kepala Kepolisian Distrik Khanabad, Sufi Habibullah, Senin lalu. Meski berhasil menangkap sang mertua, suami Estoria berhasil kabur dari Provinsi Kunduz, tempat tinggal mereka.

Sebelum meninggal, Estoria pernah mengeluh kepada keluarganya. Sang suami beberapa kali mengancam akan membunuhnya jika kembali melahirkan anak perempuan. »Estoria tinggal di dalam neraka, bukan rumah,” ucap salah seorang tetangga yang tak mau namanya disebut.

Direktur Urusan Perempuan Provinsi Kunduz, Nadira Gya, mengutuk insiden tersebut. »Ini adalah kejahatan keji terhadap perempuan tak berdosa,” ia menegaskan. Kepada Gya, ibu mertua Estoria bersumpah bahwa menantunya itu bunuh diri. Namun polisi membantah keterangan Hazrata. »Tidak ada tali bekas gantungan dan tidak ada bukti di tubuh jenazah yang mendukung pernyataan tersangka,” kata Habibullah.

Nyawa perempuan di Afganistan seakan tiada harganya. Dalam beberapa bulan terakhir, kekejaman demi kekejaman terhadap perempuan di negeri itu semakin mengemuka. Kasus terakhir adalah ditemukannya seorang anak 15 tahun yang disekap dan disiksa oleh iparnya karena menolak menjadi pelacur.

Akibat kritikan dunia internasional, pemerintah Afganistan pun mengeluarkan pernyataan sikap untuk mendukung dan melindungi hak perempuan. »Hak perempuan adalah inti dari keamanan nasional negara dan keamanan rakyat di mana pun berada.”

AP | BBC | SITA PLANASARI A.

Kamis, 26 Januari 2012

Foto Jadul Addie MS dan Christine Panjaitan: Bikin Marah Kevin Aprilio


Kevin Aprilio marah karena ulah Marissa Haque menyebarkan foto ayahnya Addie MS dengan penyanyi era 80-an Christin Panjaitan. Foto seperti apakah yang membuat vokalis Vierra ini geram? Foto yang diambil 1983 ini menunjukkan Addie MS dan Christin Panjaitan duduk bersama. Kekasihku Dulu Sekali, @addiems & Christine Panjaitan, di UI, 1983 judul foto yang tersebar di twitter ini.

Melihat fotonya beredar, Addie MS hanya berkomentar demikian, O, trnyta ini fotonya. Kasian CP. RT @panjaitanchris

Kevin memang risih dengan peredaran foto yang diduga dilakukan oleh Marissa Haque, Vokalis Vierra ini bertanya, mengapa perseteruannya dengan Dee Joemadi justru berimbas kepada kekeluarganya. Bahkan foto yang disebarkan Marisa itu menyebut bahwa Cristine Panjaitan adalah mantan kekasih Addie MS.

Marissa Haque dan Addie MS memang sedang perang di twitter. Perseteruan ini dipicu oleh tudingan penyanyi baru Dee Djumadi yang menyebutkan istri Ikang Fawzi ini tak lulus ujian doktoralnya karena desertasinya dibuatkan oleh orang lain.2

Yahoo!

Senin, 23 Januari 2012

"Gila nih shabu2, gw ngefelay ampe sekarang. Berasa habis nabrak," BBM Afriyani Susanti

Gambar yang disebut-sebut merupakan status BlackBerry Messenger (BBM) terakhir tersangka penabrak maut yang menewaskan 9 orang, Afriyani Susanti, beredar di dunia maya. Jika memang sahih, gambar itu makin menguatkan sinyalemen polisi bahwa ia diduga mengemudikan Daihatsu Xenia B 2479 WI dalam kondisi mabuk.

"Gila nih shabu2, gw ngefelay ampe sekarang. Berasa habis nabrak," demikian isi status BBM atas nama Afriyani Susanti, dengan PIN 214F7B7F.

Sebelumnya, juga beredar foto yang memperlihatkan perempuan berusia 29 tahun itu sedang berpesta dengan teman-temannya di sebuah kafe, mengelilingi botol minuman keras yang bertebaran di atas meja. Pakaian yang dikenakannya sama dengan yang dipakainya saat tampak muncul dari mobil sesaat setelah ia menabrak belasan orang pejalan kaki.

Sebelumnya, Kepala Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Nugroho Aji mengatakan, pada Sabtu malam sebelum kejadian tragis itu, Afriyani dan teman-temannya pergi ke tiga lokasi berbeda. "Pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB di Hotel Borobudur, ada pesta ultah," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin, 23 Januari 2012.

Setelah itu, mereka pindah tempat. "Ke kafe di Kemang hingga pukul 02.00 WIB pagi. Di sana mereka minum whisky dan bir," kata Nugroho.

Belum juga puas, mereka lalu beranjak ke diskotek Stadium di Jalan Hayam Wuruk. "Mereka beli patungan dua pil ekstasi buat berempat, jadi konsumsinya cuma setengah-setengah sampai pukul 10.00 WIB pagi," tambah dia.

Setelah itu, sekitar pukul 10.00 WIB mereka berniat kembali ke Kemang, ada yang ditinggal di sana, namun keburu terjadi kecelakaan. "Dia menyetir off control karena pengaruh miras, jadi mabuknya karena itu."

Kini perempuan itu harus meringkuk dalam sel. Sederet tuduhan ia hadapi: berkendara tanpa membawa STNK, tak memiliki SIM, merusak fasilitas umum, dan menghilangkan nyawa manusia. Sembilan orang telah meninggal dunia, 13 lainnya terluka, satu orang di antaranya dalam kondisi kritis di RSPAD Gatot Soebroto.

Ia terancam hukuman penjara maksimal enam tahun dan denda Rp12 juta. Peristiwa kecelakaan maut tersebut melanggar Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 283, Pasal 287 ayat 5, Pasal 288 ayat 1 dan 2, Pasal 310 ayat 1, 2, 3 dan 4. (art)

•

Minggu, 22 Januari 2012

Kronologis Kecelakaan Maut di Tugu Tani Jakarta

Seorang saksi mata yang selamat dari peristiwa tabrakan maut di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu, 22 Januari 2012, menuturkan mobil Daihatsu Xenia melaju dengan sangat kencang pada saat kejadian.

Mobil berkecepatan tinggi itu akhirnya oleng dan menabrak sekelompok orang pejalan kaki hingga menewaskan 8 orang.

"Mobil itu bukan ngebut lagi tapi sangat kencang dan sempat oleng zig-zag begitu," kata seorang saksi mata, Suwarto, 54 tahun, saat ditemui di unit kecelakaan Polda Metro Jaya.

Suwarto menjelaskan mobil itu datang dari arah Gambir menuju ke Tugu Tani. Ketika mendekati Tugu Tani, mobil berkecepatan tinggi itu mendadak kehilangan kendali. Saat itulah mobil mulai menabrak para pejalan kaki yang berada di trotoar.

"Pertama, mobil itu menyambar tiga orang, lalu sekelompok lagi, terus sekelompok orang lagi. Sampai akhirnya menabrak lagi halte yang ada anak, ibu-ibu, dan remaja. Semuanya habis pulang dari Monas," tuturnya.

Suwarto mengatakan para pejalan kaki yang ditabrak mobil tersebut saat itu tengah berjalan di trotoar. Tidak sedang menyeberang.

Setelah menabrak halte, lanjut dia, mobil ternyata tidak berhenti juga. Mobil itu lalu meringsek masuk ke halaman Kementerian Perdagangan. "Saat masuk ke kantor kementerian, mobil itu membuat dua orang lagi terpental, baru setelah itu berhenti," ujarnya.

"Ada seorang anak kecil yang terseret di bawah badan mobil. Setelah kejadian, saya gemetaran. Ini semua pertolongan yang Maha Kuasa, saya berhasil menghindar. Ini kejadian paling mengerikan," imbuh Suwarto.

Ditambahkannya, usai kecelakaan itu, sebagian besar korban tak bergerak.

"Semua tewas di tempat. Yang saya tahu ada enam yang tewas di tempat, ada lagi yang sempat dibawa ke rumah sakit. Saya pegangi anak kecil itu sudah tidak bergerak," ungkap Suwarto yang tampak masih syok akan kejadian itu.




Video YOUTBE Pasca Tabrakan Maut di Tugu Tani Jakarta 22 Januari 2012 (KHUSUS DEWASA!)




VIVAnews